Hari Ibu & 3 Hal Sederhana yang Bisa Buat Ibu Bahagia

Tanggal : 2015-12-22 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 1094x

      Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

    Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

 
Pada Konggres Perempuan Indonesia I yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.
 
Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelah Presiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.
 
Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.
 
Kalau kita melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu. 
 
Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.  
 
Karena, mengungkapkan rasa cintamu kepada orangtua tak selamanya terisyaratkan dengann barang yang mewah. Berikut ini tiga hal sederhana yang sanggup buat ibumu bahagia. 
 
Berprestasi
    Sebagai anak, tak perlu repot-repot membelikan perhiasan mewah yang gemerlap. Tak perlu juga membelikan sebuah rumah megah dengan beberapa pilar besar yang menyangganya. Boleh saja memuliakan ibumu dengan berbagai pemberian yang dibeli dari hasil jerih payahmu sendiri. Tapi, buat kamu yang masih menempuh pendidikan, prestasi yang baik sudah cukup membuat ibumu tersenyum dan bangga. 
 
Mandiri secara finansial
     
    Mungkin penghasilanmu masih kecil dan hanya cukup untuk menutup kebutuhan pribadi sehari-harimu. Kamu memang belum bisa memberikan uang kepada ibu untuk membeli beras dan kebutuhan dapur lainnya. Tapi, ketika kamu tak lagi meminta uang jajan kepada ibu, kamu pun sudah meringankan sedikit bebannya. Memang, akan lebih bagus jika kamu bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, apa lagi membantu menyekolahkan adik-adikmu. Tapi, ketika kamu sudah mandiri secara finansial, ibumu pasti akan sangat bersyukur dan bahagia. 
 
 
Saling tolong menolong dengan saudara
   Tak perlu memberikan berbagai mainan mahal untuk adik-adikmu. Atau memberikan kendaraan mewah kepada saudaramu yang lebih tua. Dengan saling menyayangi tanpa pertengkaran, ibumu pasti sudah akan bersyukur. Karena, hanya saudaralah yang akan selalu ada untukmu dalam keadaan susah dan senang. Dengan saling tolong menolong dengan saudara-saudaramu, kamu berarti membuat ibumu bangga dan bahagia. 
 
 
Itu dia tiga hal sederhana yang bisa membuat ibumu bangga dan bahagia di Hari Ibu. Tak selamanya cinta harus diungkapkan dengan hadiah atau pemberian. Tak perlu membelikan sebuah rumah mewah atau perhiasan yang gemerlap. Kamu hanya perlu menjadi pribadi yang baik dan harus menjadi lebih baik setiap harinya. Buat kamu yang sedang menyiapkan kejutan atau perayaan untuk Hari Ibu nanti, semoga berhasil membahagiakan perempuan terhebat dalam hidupmu, ya. 
 



Alasan Kenapa Anda Harus Putuskan Mudik Ke Kampung Halaman

Tanggal : 2015-07-14 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 1733x

WWW.WEDDINGASIK.COM -  Lebaran di Indonesia selalu identik dengan kegiatan mudik. Padahal, tidak jarang mudik terkesan memaksakan, baik dari segi ekonomi maupun keselamatan. Mudik adalah tradisi yang sudah dijalani turun temurun. Orang tua, jika anaknya tak datang saat Lebaran, seperti ada yang hilang. Ada yang kurang. Itulah sebabnya, anak berusaha untuk tidak mengecewakan orang tua. Mereka pulang ke kampung untuk bertemu orang tua, saudara, teman, atau yang lain. "Ini bagian dari menunjukkan rasa gembira kita.

    Tradisi mudik antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Bagi orang Bugis, ikatan mudiknya tak terlalu kuat. Biasanya mereka baru pulang kampung setelah Lebaran. Begitu juga dengan orang Minang. Ini berbeda dengan orang dari Jawa atau Sunda yang memiliki tradisi kuat untuk mudik. Masyarakat Indonesia memiliki keluarga besar. Sebagiannya tinggal di kampung halaman. Misalnya, para suami yang bekerja di kota. Kadang mereka harus meninggalkan anak istri di kampung halaman. Nah, menjelang Lebaran inilah mereka kemudian pulang kampung. 

Berikut ini alasan kenapa anda harus putuskan mudik ke kampung halaman.

 

1. Silahturahmi dengan Keluarga Besar

Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, maka tidak heran jika jumlah keluarga di Indonesia sangat banyak. Jujur deh, saking banyaknya anggota keluarga, terkadang kita suka lupa nama, wajah, hingga jati diri mereka. Dengan alasan itulah, mudik dapat menjembatani silahturahmi dengan sesama, khususnya keluarga besar.

 

2. Merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama Keluarga Besar

Alasan yang paling lumrah saat mudik tentunya adalah keluarga. Seolah tidak mau kehilangan momen tersebut, maka lebaran kurang lengkap jika tidak dirayakan bersama keluarga besar.

 

3. Pulang Kampung

Banyak orang mengatakan pulang kampung dan mudik adalah hal yang sama. Padahal keduanya sangat berbeda, karena pulang kampung tidak melahirkan euforia tersendiri layaknya mudik. Setalih dua uang, mudik akhirnya dijadikan ajang untuk pulang ke kampung halaman guna merayakan hari raya Idul Fitri.

 

4. Barometer Kesuksesan Setelah Merantau

Jakarta sebagai ibu kota negara memang selalu menjadi magnet bagi pendatang. Persoalan mengadu nasib di Jakarta bagaikan cerita manis di kampung halaman. Cerita ini pun lantas menjadi barometer kesuksesan seseorang, yang kemudian menjadi alasan kenapa mudik menjadi suatu keharusan. Mau tahu lebih dalam? Silakan tanya sama yang mudik.

 

5. Kapok Pergi Jauh dari Kampung Halaman

 

Mudik memang tidak hanya bicara soal orang Jakarta yang pulang ke daerah asal mereka. Mudik juga bicara soal mereka yang bekerja di luar Indonesia. Sedikit refresh saja Yang muda, kalian mungkin ingat dengan berbagai tindak kekerasan yang dialami tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Maka bagi mereka mudik menjadi motivasi tersendiri untuk tidak kembali lagi ke luar negeri. Seperti penggalan lagu God Bless, "Lebih baik di sini, rumah kita sendiri..."

 

6. Berziarah Ke Makam

Bagi kebanyakan orang yang mudik, berziarah ini merupakan kewajiban jika kita memiliki anggota keluarga, teman yang sudah tiada, dengan mendoakan yang telah meninggal mendahului kita, ajang berziaranh ini juga bisa menjadi ajang instropeksi diri, bahwa suatu saat kita akan ikut mereka.

7. Refresing

Nah Ini sih Alasan Semua orang yang mudik. setelah semua tradisi selesai, biasanya sebelum kembali beraktifitas kembali atau pulang ke ibu kota. kebanyakan dari pemudik ini memanfaatkan waktu untuk represing bersama keluarga besar, teman. bahkan ada yang ingin lucu-lucuan lagi semasa kecil.
 
 
Nah, sudah tau kan kenapa alasan anda harus mudik, artikel dari wedding asik mungkin bisa memberi gambaran kepada anda yang masih galau, hati hati di jalan dan jaga kesehatan selalu ya



Kumpulan Karangan Bunga Unik & Lucu Dari Mantan

Tanggal : 2015-06-17 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 1938x


WWW.WEDDINGASIK.COM  - Karangan bunga sering kita temui di berbagai acara mulai dari pernikahan,
pelantikan hingga wisuda. Namun karangan bunga yang tak "itu-itu saja" kini mulai menjamur di Indonesia.
Karangan bunga tersebut malah mengundang tawa.Kisah percintaan tak selalu berakhir bahagia, seperti
yang kerap dipertunjukkan dalam film layar perak maupun sinetron di televisi.Seperti contoh karangan bunga 
dari sang mantan untuk mempelai pernikahan, memang menyakitkan rasanya ditinggal menikah. Namun apa
daya di tangan kreatif justru karangan bunga itu menjadi menarik dan membuat orang tertawa. Model karangan
bunga yang tak "itu-itu saja" kini mulai menjamur di Indonesia.
Berikut kumpulan karangan bunga dengan tulisan unik yang akan membuatmu tertawa geli seperti dilansir
brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (12/6)

 
 
 
 
 
 
 

 
 
 

Sumber: http://www.brilio.net/news/kumpulan-karangan-bunga-unik-dari-yang-lucu-sampai-menyayat-hati-karangan-
bunga-unik-150612y.html

 




Tata Cara Mengurus Surat Nikah (Administrasi Pernikahan)

Tanggal : 2015-06-16 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 1826x

WWW.WEDDINGASIK.COM - Berikut beberapa informasi yang saya peroleh dari hasil penelusuran dan pengalaman pribadi dari calon pengantin yang memesan jasa wedding asik wo yang kompetan. Semoga apa yang saya sampaikan dapat membantu para sobat atau catin (calon pengantin) dalam mendapatkan surat nikah.
Persyaratan Umum
1. Photocopy KTP masing- masing calon suami & istri
2. Photocopy KK masing- masing calon suami & istri
3. Pas Photo 2x3 berwarna masing-masing 4 lembar
4. N1, N2 dan N4 dari Kelurahan (sebelumnya minta surat pengantar dari Rt dan Rw setempat)
5. Surat izin orang tua (N5)
6. Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah dengan materai 6.000 download 38 kb 
7. N6 dari kelurahan (bagi janda/ duda cerai mati)
8. Akte Cerai dari Pengadilan Agama (bagi janda/ duda cerai hidup)
 
Persyaratan Khusus
1. Surat Dispensasi Nikah dari Kecamatan Setempat bagi Calon Pengantin yang mendaftarkan diri kurang dari 10 hari kerja dari tanggal pernikahannya
2. Surat izin Komandan bagi anggota ABRI
3. Izin Pengadilan bagi calon Pengantin di bawah umur
4. Izin poligami dari Pengadilan bagi yang beristri lebih dari seorang
5. Surat Rekomendasi Nikah bagi calon pengantin wanita dari luar daerah
6. Surat Keterangan Model K I bagi WNI keturunan asing
 
Persyaratan Nikah Campuran
1. Akte Kelahiran/ Kenal lahir
2. Surat tanda melapor diri (STMD) dari Kepolisian
3. Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan
4. Tanda lunas pajak bangsa asing
5. Keterangan izin masuk sementara (KIMS) dari imigrasi
6. Pasport
7. Surat Keterangan dari Kedutaan/ Perwakilan Diplomatik yang bersangkutan
 
I. Yang harus disiapkan mempelai pria sekaligus proses pembuatan surat adalah:
  
  1. Mengurus Surat Numpang Nikah terlebih dahulu karena pada umumnya pernikahan akan dilaksanakan di tempat wanita.
  2. Siapkan Foto 2x3 sebanyak 4 Lembar dan Foto 3x4 sebanyak 4 Lembar dan Foto 4x6 1 Lembar ( Lebih Baik dilebihkan untuk menjaga bilamana nanti terjadi perubahan ) 
  3. Fotocopy KTP 4 Lembar
  4. Fotocopy Kartu Keluarga 4 Lembar
  5. Fotocopy Ijazah Pendidikan ( tambahan saja bilamana diperlukan nanti )
  6. Datang RT. untuk diminta buatkan surat pengantar keperluan numpang nikah  
  7. Setelah surat ditandatangani RT & RW, Proses di Kelurahan : mintalah Surat N1, N2, N4 dan surat keterangan belum menikah.
  8. Datang Ke KUA ( Kantor Urusan Agama ) meminta surat keterangan Numpang Nikah yang dikeluarkan oleh KUA untuk digunakan keperluan pernikahan di KUA calon wanita.
Catatan : 
Membawa Fotocopy KTP calon wanita, Fotocopy Kartu Keluarga calon wanita
              
 
II. Yang harus disiapkan mempelai wanita sekaligus proses pembuatan surat adalah :
  1. Siapkan Foto 2x3 = 4 Lembar
                          Foto 3x4 = 4 Lembar
                          Foto 4x6 = 1 Lembar ( lebih baik dilebihkan bilamana nanti terjadi perubahan )
  2. Fotocopy KTP 4 Lembar
  3. Fotocopy Kartu Keluarga 4 Lembar
  4. Fotocopy Ijazah Pendidikan ( untuk tambahan saja bilamana diperlukan nanti )
  5. Datang ke RT untuk meminta dibuatkan Surat Pengantar Keperluan Untuk Menikah.
  6. Surat Pengantar Keperluan Untuk Menikah RT & RW serta diberi materai 6000 maka Fotocopylah.
  7. Bawa semua keperluan data-data lengkap ke kelurahan untuk diproses dengan meminta surat N1, N2, dan N4 dan  jagan lupa mengingatkan petugas mengenai kelengkapan surat
  8. Lanjut Datang Ke KUA dengan membawa surat2 yang telah dibuat, akankah lebih baik bersama pasangan karena nantinya akan dikasih surat N3 yang ditandatangani kedua calon pengantin.
  9. Wakafkan 2 Alqur'an untuk menambah pahala bagi keduanya.
Catatan : 
Bawa selalu semua surat yang telah dibuat, fotocopy KTP, Fotocopy KK, dan Foto yang telah disiapkan demi kelancaran proses pembuatan surat nikah ini.
 
Dalam proses tersebut  biaya yang di butuhkan adalah sebagai berikut ini  :
  1. RT ( Seikhlasnya range antara 20.000-50.000 )
  2. RW ( Seikhlasnya range antara 20.000-50.000 )
  3. Kelurahan tempat tinggal ( Seikhlasnya range antara 20.000-50.000 )
  4. KUA ( Kantor Urusan Agama ) ( Seikhlasnya range antara 20.000-50.000 )
  5. Penghulu ( Seikhlasnya

Berikut adalah tata cara mengurus surat nikah dan jangan lupa untuk memesan / boked ke pihak penyediaan jasa alat alkat pesta pernikahan. seperti ke wedding asik wedding organizer yang telah memaketkan pernikahan agar tertata rapih dan baik.
Happy Wedding

 




Sambut Kehamilan dan 7 Bulanan Kehamilan Adat Tradisi Jawa

Tanggal : 2015-06-15 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 2425x

WWW.WEDDINGASIK. COM - Putri solo yang lemah gemulai diibaratkan lumakune koyo macan luwe, berjalan kalem seperti harimau lapar, sementara putri yang sedang hamil tua dikatakan seperti bulus angrem, seperti kura-kura sedang mengeram.Begitu luasnya daya imajinasi itu sehingga melahirkan banyak ragam tata upacara adat yang sarat dengan makna simbolik, diantaranya yang menandai siklus kehidupan manusia sejak masa pra kelahiran. Salah satunya adalah upacara untuk memperingati usia kehamilan tujuh bulan yang biasa disebut “mitoni”
     Sarwendah dan Ruben Onsu Gelar Syukuran 7 Bulan Kehamilan dengan Adat SundaOrang suku Jawa menamai usia kehamilan tujuh bulan itu SAPTA KAWASA JATI. Sapta-tujuh, kawasa-kekuasaan, jati-nyata. Pengertiannya, jika Yang Maha Kuasa menghendaki, dapat saja pada bulan ketujuh bayi lahir sehat dan sempurna. Bayi yang lahir tujuh bulan sudah dianggap matang alias bukan premature. Namun apabila pada bulan ketujuh itu bayi belum lahir, maka calon orang tua atau eyangnya akan membuat upacara mitoni, yaitu upacara slametan atau mohon keselamatan dan pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar semuanya dapat berjalan lancar, agar bayi didalam kandungan beserta ibunya tetap diberi kesehatan serta keselamatan.
 
Dwi artinya dua, panunggal berarti yang mempersatukan. Pengertian secara bebas adalah kehamilan dua bulan semakin mempersatukan kasih sayang antara suami dan istri. Ditandai dengan wajah pucat, mual dan nyidam. 
 
Tri Loka Maya adalah citra kehamilan pada bulan ketiga. Tri artinya tiga, berarti dunia, berarti samar-samar atau transisi. Terjemahan secara bebas adalah suatu kondisi kehamilan antara ya dan tidak. Juga disebut alam gondar-gandir atau kondisi yang sangat kritis. Menurut kepercayaan orang Jawa  waktu hamil tiga bulan ini, roh yang akan dimasukkan ke tubuh yang dikandung oleh ibu, lebih dahulu membuat perjanjian dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika roh sanggup maka akan selamat. Namun jika tidak sanggup maka gagallah proses kehamilan itu. Oleh karena itu suami istri calon orang tuannya diharuskan untuk prihatin berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memohon keselamatan. 
 
 
 
Bulan keempat disebut Catur Hangga Jati. Catur artinya empat, Hangga artinya tubuh, Jati artinya Nyata. Pengertian bebas, jika bisa melewati masa kritis pada bulan ketiga maka organ tubuh mulai terbentuk dan semakin kelihatan, menginjak pada bulan keempat.  Kandungan keempat bulan biasanya membuat selamatan berupa nasi punar, ketupat empat buah dan lauk pauk.
 
 
Bulan kelima, janin sehat dan selamat dalam kandungan sang ibu dinamakan Panca Yitma Jati. Panca artinya lima. Yitma artinya nyawa. Jati artinya nyata. Pada bulan kelima, dengan seizin Tuhan Yang Maha kuasa, janin mendapatkan kekuatan unsur bumi, api, air dan angin ( Panca maha bhuta) sehingga semakin tampak jelas seluruh organ tubuhnya. 
 
 
 
Sad loka Jati adalah citra ibu hamil ketika bayi dalam kandungan berusia enam bulan. Sad artinya enam, loka berarti dunia dan jati artinya nyata. Jika diterjemahkan bebas maka sang bayi semakin lengkap dan sempurna organ tubuhnya ketika kehamilan masa bulan keenam. Umur enam bulan kandungan membuat selamatan dengan kue serabi atau apem kocor yaitu apem yang dimakan dengan santan manis.
 
 
 
Selanjutnya masa kehamilan bulan ketujuh disebut Sapta Kawasa jati. Sapta berarti tujuh, Kawasa berarti kekuasaan, dan jati berarti nyata.  Jika kodrat Tuhan Yang Maha Kuasa menghendaki dapat saja pada bulan ini bayi lahir dengan sehat dan sempurna. Orang jawa menyebut bayi yang lahir pada bulan ketujuh sudah dianggap matang atau tua. Namun jika pada bulan ini bayi belm lahir, calon orang tuanya membuat selamatan yang disebut mitoni atau tingkeban.
 
 
 
Pada bulan kedelapan disebut Hastha Sabda Jati. Hasta artinya delapan, Sabda artinya ucapan, Jati berarti nyata. Pengertinya secara bebas, jika kekuasaan ( Sabda) menghendaki bayi bisa lahir pada bulan kedelapan ini. Biasanya pada bulan ini melakukan selamatan dengan membuat Bulus angrem (kue klepon yang ditutupi kue serabi). Bulan kesembilan disebut Nawa Purna Jati yang berarti bulan terakhir. Masa dimana sang bayi lahir ke dunia
 
     Wong Jowo atau orang Jawa itu kreatif dan pandai memaknai segala sesuatunya. Telinga ini dibilangnya kuping, diartikan sebagai sesuatu yang kaku njepiping, sesuatu yang kaku dan kaku. Cengkir alias kelapa muda diterjemahkan sebagai kencenging pikir atau tekad yang keras. Tebu diartikan sebagai antebing kalbu. Pisang ayu disimbolkan sebagai harapan akan kehidupan yang tata tentrem kerta rahayu, kehidupan yang indah, bahagia, tentram dan sejahtera. Para pahlawan disebut kusuma bangsa atau bunga bangsa
 
 
 
 
 
Pelaksanaan
 
Mitoni berasal dari kata pitu yang artinya angka tujuh. Dasar kreatif, kata bilangan itu kemudian dipakai oleh orang Jawa sebagai simbol yang mewakili kata kerja. Pitu menjadi pitulungan, bermakna mohon berkat pertolongan dari Yang Maha Kuasa.
 
Tahap pelaksanaannya berurutan, bermula dari siraman, brojolan dan terakhir pemakaian busana. Sangat cocok dilaksanakan pada sore hari, ngiras mandi sore. dan dihadiri oleh segenap sanak kadang, para tetangga serta handai taulan.
 
 
 
Siraman
 
Siram artinya mandi. Siraman berarti memandikan. Dimaksudkan untuk membersihkan serta menyucikan calon ibu dan bayi yang sedang dikandung, lahir maupun batin. Siraman dilakukan di tempat yang disiapkan secara khusus dan didekor indah, disebut krobongan. Atau bisa juga dilakukan di kamar mandi.
 
Sesuai tema, jumlah angka tujuh atau pitu kemudian dipakai sebagai simbol. Air yang digunakan diambil dari tujuh sumber, atau bisa juga dari air mineral berbagai merek, yang ditampung dalam jambangan, yaitu sejenis ember bukan dari plastik tapi terbuat dari terakota atau kuningan dan ditaburi kembang setaman atau sritaman yaitu bunga mawar, melati, kantil serta kenanga. Aneka bunga ini melambangkan kesucian. Tujuh orang bapak dan ibu teladan dipilih untuk tugas memandikan. Seolah tanpa saingan, yang pasti terpilih adalah calon kakek dan neneknya.
 
Tanpa tetek bengek perhiasan seperti anting, ataupun gelang akar bahar, dan hanya mengenakan lilitan jarit (kain batik), calon ibu dibimbing menuju ke tempat permandian oleh pemandu atau dukun wanita yang telah ditugasi.
 
Siraman diawali oleh calon kakek, berikutnya calon nenek, dilanjutkan oleh yang lainnya. Dilakukan dengan cara menuangkan atau mengguyurkan air yang berbunga-bunga itu ke tubuh calon ibu dengan menggunakan gayung yang dibuat dari batok kelapa yang masih berkelapa atau masih ada dagingnya
 
Bunga-bunga yang menempel disekujur badan dibersihkan dengan air terakhir dari dalam kendi. Kendi itu kemudian dibanting kelantai oleh calon ibu hingga pecah. Semua yang hadir mengamati. Jika cucuk atau paruh kendi masih terlihat mengacung, hadirin akan berteriak: “Cowok! Laki! Jagoan! Harno!” dan komentar-komentar lain yang menggambarkan anaknya nanti bakal lahir cowok. Namun jika kendi pecah berkeping-keping, dipercaya anaknya nanti bakal cewek.
 
Acara ini bisa berlangsung sangat meriah. Para tamu berdesak ingin melihat dan ramai berkomentar, sementara sang MC dengan bersemangat menyiarkan berita seputar pandangan mata.
 
Siraman selesai, sang calon ibu yang basah kuyup dari ujung rambut hingga ujung kaki segera dikeringkan dengan handuk dan hair dryer supaya tidak perlu kerokan, masuk angin.
 
 
 
Brojolan
 
Calon ibu kini berbusana kain jarit yang diikat longgar dengan letrek yaitu sejenis benang warna merah putih dan hitam. Merah melambangkan kasih sayang calon ibu, putih melambangkan tanggung jawab calon bapak atau bokap bagi kesejahteraan keluarganya nanti. Warna hitam melambangkan kekuasaan Yang Maha Kuasa yang telah mempersatukan cinta kasih kedua orang tuanya. Tidak ada letrek, janur pun jadi.
 
Calon nenek memasukkan tropong (alat tenun) kedalam lilitan kain jarit kemudian dijatuhkan kebawah. Ini dimaksudkan sebagai pengharapan agar proses kelahirannya kelak, agar sang bayi dapat mbrojol lahir dengan lancar. Tidak ada tropong, telur ayam pun jadi.
 
Dilanjutkan dengan acara membrojolkan atau meneroboskan dua buah kelapa gading yang telah digambari lewat lilitan kain jarit yang dikenakan oleh calon ibu. Sepasang kelapa gading tersebut bisa ditato gambar Kamajaya dan Dewi Ratih atau Harjuna dan Sembadra atau Panji Asmara Bangun dan Galuh Candra Kirana. Kita tinggal pilih. Para selebriti perwayangan tersebut dikenal berwajah cantik dan ganteng. Harapannya adalah agar anak yang lahir kelak bisa keren seperti mereka. Kelapa yang mbrojol ditangkap oleh salah seorang ibu untuk nantinya diberikan kepada calon bapak.
 
Calon bapak bertugas memotong letrek yang mengikat calon ibu tadi dengan keris yang ujungnya telah diamankan dengan ditutupi kunyit, atau bisa juga menggunakan parang yang telah dihiasi untaian bunga melati. Ini melambangkan kewajiban suami untuk memutuskan segala rintangan dalam kehidupan keluarga.
 
Setelah itu calon bapak akan memecah salah satu buah kelapa bertato tadi dengan parang, sekali tebas. Apabila buah kelapa terbelah menjadi dua, maka hadirin akan berteriak: “Perempuan!” Apabila tidak terbelah, hadirin boleh berteriak: “laki-laki!” Dan apabila kelapa luput dari sabetan, karena terlanjur menggelinding sebelum dieksekusi misalnya, maka adegan boleh diulang.
 
 
 
Pemakaian Busana
 
Selesai brojolan, calon ibu dibimbing keruangan lain untuk dikenai busana kain batik atau jarit berbagai motif, motif sido luhur, sido asih, sido mukti, gondo suli, semen raja, babon angrem dan terakhir kain lurik motif lasem. Kain lurik motif lasem melambangkan cinta kasih antara bapak dan ibunya. Kain-kain yang tujuh motif tersebut dikenakan bergantian urut satu persatu.
 
Setiap berganti hingga kain yang ke enam, pemandu akan bertanya kepada hadirin sudah pantas atau belum, dan hadirin akan menjawab serentak: “belum!” Ketika kain ke tujuh atau terakhir dikenakan, yaitu kain lurik motif lasem, barulah hadirin menjawab sudah. Sudah pantas dan selayaknya.
 
Keenam kain lainnya yang tidak layak pakai itu kemudian dijadikan alas duduk calon bapak ibunya. Gaya pendudukan seperti ini disebut angreman, bukan menggambarkan bapak melainkan menggambarkan ayam yang sedang mengerami telurnya. Sebelum matahari terbenam, sebelum ayam tertidur, seluruh rangkaian upacara ini sudah dapat dirampungkan, tuntas, tas.
 
 
 
 
 
Sumber : https://riaskuntik.wordpress.com/upacara-tradisional/mitoni-atau-tingkeban/tujuh-bulanan-adat-jawa/
http://majapahid.blogspot.com/2010/11/masa-kehamilan-menurut-jawa.html




1 2 3 4 5