5 Tata Rias Pengantin Adat Jawa Tradisional dan Modern

Tanggal : 2015-06-11 | Oleh: Administrator. | Dibaca: 3047x

WWW.WEDDINGASIK.COM - Tata rias wajah atau biasanya yang kita bilang dengan istilahmake up adalah kegiatan mengubah penampilan dari bentuk asli sebenarnya dengan bantuan bahan dan alat kosmetik. Istilah make up lebih sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah, meskipun sebenarnya seluruh tubuh bisa di hias (make up).
 
Tata rias wajah membutuhkan banyak pengetahuan antara lain tentang:
 
  1. Anatomi (untuk memberikan bentuk ideal anggota tubuh)
  2. Karakterisasi Warna dan garis (untuk memberikan karakterisasi personal)
  3. Gradasi Warna (untuk memperhalus hasil akhir tata rias)
  4. Komposisi Warna
    Lanjut ke topic pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Tata Rias Adat Jawa yang merupakan sebuah warisan budaya yang kini sudah mulai jarang di lakukan oleh orang jawa sendiri pada zaman dahulu jika seorang jawa menikah maka ia harus melakukan banyak sekali adat pra pernikahan (sebelum melaksanakan pernikahan) yang memiliki banyak sekali makna filosofi kehidupan yang baik memang jaman dahulu tidak ada istilah prewedding atau segala hal yang berkaitan dengan pernikahan modern seperti saat ini namun upacara perkawinan adat jawa memiliki makna yang jauh lebih indah dan lebih baik daripada sekedar upacara pernikahan modern
 
    Bagi anda yang ingin mengetahui bagaimana proses menata rias pengantin dalam adat jawa sebaiknya anda membaca artikel ini sampai akhir nanti saya akan menjelaskan berbagai macam corak dan jenis tata rias jawa yang biasa digunakan oleh keraton yogyakarta dan solo dalam prosesi pernikahan yang dilakukan oleh kerajaan beberapa diantaranya bisa anda temukan penjelasannya di bawah bawah ini, simak ya .
 
1. Tata Rias Pengantin Jawa Adat ” Yogya Putri “
 
   Yogya Putri Aneka Corak Gaya Model Tata Rias Pengantin Jawa Adat Tradisional TerbaruTata rias pernikahan jawa yogyakarta putri melupakanmu cara merias pengantin bergaya sanggul yang biasanya menggunakan sanggul tekuk di bagian rambutnya selain itu pengantin juga akan mengenakan cunduk mentul besar dan juga pelat gunungan sebagai salah satu aksesoris di bagian rambutnya umumnya baju yang dikenakan merupakan sebuah kain kebaya yang panjang yang pada umumnya memuat memiliki bahan plitur bermotif kain batik prada sedangkan untuk mempelai pria biasanya menggunakan warna putih dengan campuran kain batik per meter berada di bagian bawahnya untuk bagian atas biasanya pengantin pria mengenakan engkon sebagai aksesoris penutup kepala sang mempelai pria
 
2. Yogya Jangan Menir Tata Rias Penganten
 
   Tata Rias & busana pengantin paes ageng jangan menir jogjakarta adalah corak Paesan sacral dalam tradisi Jawa yang telah turun-temurun sebagai warisan budaya leluhur. Untuk tata rias dan busana pengantin Paes Ageng Jangan Menir gaya Yogyakarta yang bersumber dari Kraton Ngayogyakarta memiliki aturan standar atau ketentuan, sehingga tidak akan mengubah makna prinsip atau pakem.Berbagai unsur digunakan untuk menata atau merakit tata rias dan busana pengantin Paes Ageng Jangan Menir masing-masing serta secara keseluruhan memiliki makna filosofis (makna yang mendalam).Gaya tata rias yogyakarta Jangan menir merupakan sebuah style wedding yang sang mempelai tidak memakai dodot. Umumnya pengantin pria menggunakan selendang bercorak pendhing sebagai sabuk di bagian pinggang dan juga menggunakan baju pengantin dengan hiasan bahan bordir berdasar bludru sedangkan untuk penutup kepalanya umumnya memakai kuluk kanigara.
 
3. Jogja Paes Ageng ( Tata Rias Pengantin Jawa Tradisional )
   Jogja Paes Ageng Aneka Corak Gaya Model Tata Rias Pengantin Jawa Adat Tradisional \Tata rias yogya Paes ageng merupakan salah satu cara merias pengantin yang mirip dengan gaya solo putri umumnya bercorak warna hitam. Gaya ini mengharuskan sang mempelai pengantin wanita memakai atribut tata rias berwarna hitam di bagian dahi dengan warna emas di bagian pinggirnya. Sedangkan bagian rambut pengantin umumnya disanggul dengan Gaya Gajah Ngolig atau gaya rambut yang membiarkan menjumtai dengan sangat indah kemudian hiasi dengan sumping dan beberapa aksesoris lainnya.
 
    ciri khas dari tata rias Paes Ageng Yogyakarta ini terlihat dari warna hitam yang ada pada dirinya atau yang sering disebut sebagai PAES. Makna Paes merupakan sebuah simbol kecantikan wanita jawa yang sangat dipercaya mampu menjauhkan dari Hal Buruk yang mungkin mengancam keselamatan jiwa sang pengantin wanita. ini juga merupakan sebuah tanda kedewasaan seorang wanita jawa. Umumnya riasan warna hitam atau PAES ini memiliki 4 Simbol Yang Berbeda Nama Yaitu Penitis, Godeg, Gajahan Dan Pengapit. Masing masing memiliki Makna Filosofi YanG tinggi.
 
4. Gaya Tatarias Pengantin Jawa ” Solo bahasan “
 
 
   Solo Basahan Aneka Corak Gaya Model Tata Rias Pengantin Jawa Adat Tradisional TerbaruPengantin wanita yang menggunakan gaya solo basahan umumnya memakai kemben, kain dodot atau kain kampuh dan juga memakai sampur. Sedangkan untuk melengkapi prosesnya biasanya pengantin wanita juga menggunakan Kain sekar apbrit. Tata Rias Pengantin Solo Putri ini Harus Memakai sebuah kain Jarik yang memiliki warna yang sama. salah satu hal yang paling penting dari tata rias ini adalah Buntalan yang berisi aneka daunan dan bunga bunga wangi yang berdasarkan kepercayaan orang jawa akan mampu sebagai tolak bala kesialan dari segala malapetaka
 
5. Model Tata Rias Pengantin Jawa ” Solo Putri “
 
 
   Solo Putri umumnya mempelai wanita wajib menggunakan corak hitam yang pekat miripPaes Ageng. Gaya rambut Yang Dipakai adalah Gaya ukel besar Mirip bokor mengkureh dengan Tambahan Aksesoris Bunga melati tibo dodo yang sengaja dironce dan ditambah dengan Cunduk sisir dan cunduk mentul dibagian atasnya. Untuk Kebaya Biasanya Memakai Motif Panjang Klasik berbahan Beludru Dengan warna Hitam Dan Berhias benang Emas Atau BUnga.Untuk Kain Batik Bagian Bawah Umumnya Menggunakan Motif Sido Asih Prada. Untuk Pengantin Pria Memakai Beskap, Blangkon dan kain batik Sidoasih Dibagian Bawahnya
 
Semoga penjelasan yang telah di buat oleh kami dapat bermanfaat dan menjadi tataan dalam merias dan menggunakan adat jawa dengan baik dan benar.